Arti Kapitalisasi Pasar

Kita tentu sering mendengar kata kapitalisasi dan biasanya kata tersebut berkonotasi sedikit negatif, terutama ketika kita membaca mengenai berita tentang perekonomian dunia. Tapi apakah sobat tahu apa arti kata kapitalisasi tersebut? Saya sendiri masih kurang memahami kata tersebut, well mungkin karena jurusan saya memang bukan jurusan ekonomi sehingga pengetahuan saya mengenai subjek tersebut masihlah dangkal. Oleh karena itu saya mencoba mencari arti sebenarnya dari kata “kapitalisasi” tersebut dan mencoba membagikan apa yang saya dapat di sini.

Kapitalisme atau Kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama, tapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untung kepentingan-kepentingan pribadi. Walaupun demikian, kapitalisme sebenarnya tidak memiliki definisi universal yang bisa diterima secara luas. Beberapa ahli mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah sistem yang mulai berlaku di Eropa pada abad ke-16 hingga abad ke-19, yaitu pada masa perkembangan perbankan komersial Eropa di mana sekelompok individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama barang modal, seperti tanah dan manusia guna proses perubahan dari barang modal ke barang jadi. Untuk mendapatkan modal-modal tersebut, para kapitalis harus mendapatkan bahan baku dan mesin dahulu, baru buruh sebagai operator mesin dan juga untuk mendapatkan nilai lebih dari bahan baku tersebut.

Kapitalisme memiliki sejarah yang panjang, yaitu sejak ditemukannya sistem perniagaan yang dilakukan oleh pihak swasta. Di Eropa, hal ini dikenal dengan sebutan guild sebagai cikal bakal kapitalisme. Saat ini, kapitalisme tidak hanya dipandang sebagai suatu pandangan hidup yang menginginkan keuntungan belaka. Peleburan kapitalisme dengan sosialisme tanpa adanya pengubahan menjadikan kapitalisme lebih lunak daripada dua atau tiga abad yang lalu.

Nah, itulah sedikit arti kapitalisasi pasar yang saya dapatkan dari wikipedia.org.. mungkin di lain kesempatan saya akan mencoba memberikan sedikit pandangan saya mengenai sistem ini serta mencari sistem perbandingannya untuk di telaah lebih jauh. Insya Allah 🙂

Review Anime : Clannad dan Clannad After Story

CLANNAD-clannad-13734847-1280-720

Kali ini saya ingin coba membahas mengenai salah satu judul anime yang saya sukai dan cocok dijadikan tontonan keluarga.

Clannad merupakan anime yang tayang pada tahun 2007 yang kemudian dilanjutkan di season 2-nya dengan tambahan judul Clannad : After Story.

Sedikit Sinopsis Clannad :
Clannad menceritakan kisah seorang murid SMA kelas 3 bernama Tomoya Okazaki yang dianggap orang-orang sekitarnya berandalan hanya karena Tomoya sering membolos sekolah. Bagi Tomoya, kehidupannya terasa cukup membosankan. Sampai akhirnya, pada suatu hari dia bertemu seorang yang kurang percaya diri karena dia harus mengulang kelas karena sakit, Nagisa Furukawa. Sejak saat inilah, kehidupan Tomoya mulai mengalami perubahan drastis. Tomoya mulai melihat mimpi aneh di mana di dunia (Illusionary World) itu hanya ada seorang gadis yang selalu sendirian. Lalu gadis itu mulai mencoba untuk membuat suatu boneka yang terbuat dari sampah dan barang bekas yang dia kumpulkan.

Pada season satu mungkin agak sedikit membosankan dimana cerita hanya berputar mengenai Tomoya Okazaki yang berusaha membantu permasalahan teman-temannya sembari membantu Nagisa membentuk klub drama. Barulah di season dua dimana konflik dan drama sesungguhnya terjadi. Bagaimana Tomoya mencari pekerjaan setelah lulus SMA, memulai kehidupannya sebagai pria dewasa, menghadapi kebenciannya pada ayahnya, memulai kehidupan rumah tangga bersama istrinya hingga pada akhirnya dia mendapat ujian hidup yang paling berat yang hampir membuatnya menjadi sosok yang paling dibencinya, jika tidak bisa dikatakan lebih parah dan bagaiamana dia akhirnya bangkit dari ujian hidup tersebut.

Semua konflik yag terjadi mengalir dengan wajar dan ringan akan tetapi tetap dapat memberikan kesan yang mendalam. Sangat cocok dijadikan tontonan bersama dengan keluarga atau teman karena tidak ada adegan echi disini. Akan tetapi satu saran saya, sediakan tissue yang cukup banyak jika anda seorang yang sensitif karena dari pengalaman teman-teman saya yang menonton ini (baik perempuan maupun laki-laki) akan sangat memerlukannya. Percayalah.. hha..

Satu pesan saya, meskipun banyak hikmah dan pelajaran yang dapat di ambil dari sebuah tontonan, tetap hikmah yang paling berarti adalah hikmah yang di dapat dari bagaimana kita menjalani kehidupan ini. Jadikan hiburan seperti tontonan sebagai sebuah hiburan semata, dan jangan berlebihan dalam menikmati maupun menghayatinya sehingga kehidupan anda yang sebenarnya menjadi sia-sia 🙂

Best regard

10 mitos tentang orang introvert

Tulisan ini saya dapatkan dari threadnya agan sibogel.idiot di kaskus dengan judul yang sama. Saya copas kemari karena bagi saya artikel ini menarik dan juga saya seorang introvert hha..

Definisi Introvert
Introvert adalah orang yang berorientasi ke ‘dalam’ diri mereka sendiri (inward thinking). Mereka tertarik pada dunia ide, pemikiran, dan konsep sehingga orang-orang introvert sangat menyukai suasana tenang untuk menyendiri untuk berpikir ataupun beraktivitas. Sumber energi mental mereka berasal dari proses ‘menyendiri’ ini sehingga bagi orang yang tidak mengerti, orang introvert terkadang disalah artikan sebagai pribadi yang anti sosial dan tertutup. Ketika orang introvert bersosialisasi dengan banyak orang, maka ‘stock’ energi mental mereka perlahan-lahan akan berkurang dan ketika itu terjadi, maka mereka akan ‘mengisi ulang’ dirinya dengan menyendiri. Banyak pemikir, seniman atau orang—orang hebat yang merupakan orang introvert. Nama-nama seperti Albert Einstein, Abraham Lincoln, Steven Spielberg, sampai businessman sekelas Bill Gates adalah contoh notable orang-orang introvert yang sukses dalam pekerjaan mereka.
Pada dasarnya, orang introvert juga suka bersosialisasi, namun mereka sudah merasa nyaman jika memiliki 1 atau 2 orang teman dekat karena bagi mereka yang terpenting bukanlah kuantitas teman yang mereka miliki tetapi lebih kepada kualitas atau ‘kedalaman’ hubungan yang mereka bangun. Beda halnya dengan orang ekstrovert, mereka sangat senang bertemu dengan orang-orang baru dan membuat teman sebanyak mungkin karena justru hal inilah yang membuat mereka nyaman.

Dalam dunia kerja, orang introvert lebih cenderung bekerja secara sendiri atau dalam kelompok kecil yang tenang karena bagi mereka cara kerja seperti itu terasa kondusif. Adapun orang ekstrovert, mereka senang bekerja di posisi dimana mereka bisa berinteraksi dengan banyak orang. Tempatkan mereka di lingkungan sepi dan mereka akan merasa pekerjaan itu sangat tidak menyenangkan.

Perbedaan Introvert dan Ekstrovert:
perbedaan introvert dan extrovert

Kalau diibaratkan,introvert itu danau yang dalam,sedangkan ekstrovert itu lautan yang dangkal.
Mungkin dikarenakan orang introvert hanya 25% dari jumlah manusia didunia,banyak kesalahpahaman dan anggapan yang tidak tepat kepada orang-orang introvert.Berikut 10 anggapan kebanyakan orang yang kurang tepat terhadap seorang introvert:
1.Orang Introvert Tidak Suka Bicara
Tidak benar.Mereka tidak mau bicara,kecuali memang ada yang ingin atau harus dibicarakan.Mereka kurang suka berbasa basi.Coba mulai bicarakan sesuatu yang menarik bagi seorang introvert dan dia bisa bicara berjam-jam.

2.Orang Introvert Pemalu
Menjadi seorang introvert tidak harus jadi pemalu.Mereka tidak takut terhadap orang lain,mereka hanya butuh suatu alasan untuk berbicara/berinteraksi dengan orang lain.Kalau agan mau bicara dengan seorang introvert,bicara saja langsung,tidak usah segan atau basa basi.

3.Introvert Orangnya Kasar
Seperti yang disebut sebelumnya,seorang introvert tidak menganggap perlu suatu basa-basi,dan mereka jarang berbelit-belit dalam berbicara.Introvert lebih suka berbicara jujur dan apa adanya sesuai kenyataan,dan kebanyakan orang tidak suka hal seperti ini,makanya seorang introvert terkadang merasa tidak cocok dengan suatu kelompok atau orang lain.

4.Introvert Tidak Suka Orang Lain
Sebaliknya,mereka sangat menghargai orang yang dianggapnya teman(meski teman yang dimilikinya tidaklah banyak).Mungkin mereka tidak mudah berteman dengan orang lain,tetapi jika agan menjadi teman dari seorang introvert,agan sangat beruntung karena mendapat teman yang setia.Mereka manganggap suatu pertemanan harus seumur hidup.

5.Introvert Tidak Suka Keluar/Ke Tempat Umum
Tidak benar.Seorang introvert hanya tidak suka berlama-lama di ruang publik.Mereka juga cenderung tidak ingin terlibat jika ada permasalahan di tempat umum.Introvert mendapat data dan pengalaman dengan cepat,jadi kalau dia sudah “get it”,dia akan langsung pulang kerumah,dan “memproses” data serta pengalaman yang sudah didapatnya diluar sana.

6.Introvert Suka Menyendiri
Orang introvert sangat merasa nyaman dengan pemikiran mereka sendiri.Mereka suka berpikir,berimajinasi,dan senang memecahkan berbagai masalah dan puzzle.NAMUN mereka akan merasa kesepian jika tidak ada orang lain untuk berbagi pemikiran atau hasil dari pemecahan masalah yang ditemukannya.

7.Introvert Itu Orang Aneh
Orang introvert sebenarnya cenderung individualis.Mereka tidak ikut-ikutan orang lain.Introvert lebih memilih pemikiran,nilai-nilai dan jalan hidup mereka sendiri.Mereka tidak memilih keputusan berdasarkan apa yang populer atau lagi nge-trend.Dengan kata lain seorang introvert itu ANTI MAINSTREAM.

8.Introvert Adalah Orang Yang Dijauhi/Diasingkan
Orang introvert sebenarnya lebih suka bergelut dengan dunia,pemikiran serata batinnya sendiri.Bukan berarti mereka tidak bisa memberi perhatian bagi sekelilingnya,tapi ‘dunianya’ jauh lebih menyenangkan dan lebih bisa mnghargainya

9.Orang Introvert Tidak Tahu Caranya Bersantai Dan Bersenang-senang
Sebenarnya orang introvert lebih suka bersantai dirumah atau di alam bebas ,bukan ditempat umum yang penuh kebisingan.Jika teralu banyak orang-orang yang mengobrol atau kebisingan,mereka akan menjauh.Otak mereka sensitif terhadap neurotransmitter yang disebut Dopamine.

10.Orang Introvert Harus ‘Berubah’ dan Menjadi Ekstrovert
Jika saja dunia ini tidak ada orang introvert,akan sangat sedikit jumlah ilmuwan,musisi,seniman,pujangga,pembuat film,penulis,dan filsuf.Kita tidak bisa memaksa orang introvert mengubah dirinya menjadi ekstrovert.Menurut penelitian,tingkatan ke-introvert seseorang berpengaruh terhadap nilai IQnya

Introspeksi : “Orang bodoh pun bisa mengkritik, dan hampir semua orang bodoh melakukannya”

“Sebenarnya saya ingin mencoba membahas mengenai keadaan masyarakat saat ini dan kaitannya dengan perintah diatas dalam pandangan saya. Dimana masyarakat mudah terpancing dan terhasut karena suatu hal tanpa mereka benar-benar memahami inti masalahnya. Akan tetapi saya rasa hal tersebut telah berada diluar tema judul postingan kali ini sehingga saya memutuskan untuk membahasnya dilain kesempatan.”

Paragraf di atas adalah kutipan yang diambil dari tulisan saya sendiri di artikel : Bait al-Hikmah : Ketika wahyu pertama diamalkan sepenuh hati.

Saya tidak melupakan janji saya di artikel tersebut dan bahkan beberapa hari terakhir ini saya telah mengumpulkan referensi yang akan saya gunakan untuk mendukung tulisan yang akan saya buat tersebut. Dan kemarin tulisan tersebut telah selesai dibuat, akan tetapi ketika saya membaca ulang tulisan saya tersebut saya menyadari suatu hal dan menghapusnya.

Saya terlalu banyak mengkritik dan mencari celah kesalahan yang terjadi dilingkungan sekitar saya. Dan dengan semakin banyaknya kritikan yang ditulis, rasa kesal dan kecewa terus bertambah sampai pada akhirnya saya merasa muak. Bahkan timbul perasaan putus asa dan menyalahkan. Dan pada akhirnya saya berpikir : apa gunanya tulisan saya ini?

Maksud saya, tulisan seperti itu telah banyak bertebaran. Tulisan yang berharap bisa merubah sikap orang-orang yang membacanya lewat kritikan. Dan pada akhirnya hanya menghasilkan reaksi yang bertentangan, terutama kritikan seperti yang saya tulis, kritikan yang sama sekali tidak cerdas. Dan bagi saya sendiri hanya memberi energi/pikiran negatif.

Selain itu saya teringat dengan kata-kata yang pernah saya baca di salah satu buku karangan Dale Carnegie yang berjudul : “How to Win Freinds and Influence People” dan saya kutip menjadi judul tulisan ini. Hal ini membuat saya benar-benar malu telah menulis kritikan bodoh itu.

Apalagi jika saya menyadari bahwa banyak hal yang saya kritik sebenarnya ada pada diri saya sendiri. Benar kata pepatah : “Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat”

Karena itu, mulai dari sekarang saya akan menghindari untuk mengkritik baik dalam bentuk tulisan maupun ucapan dan pemikiran.

Tapi karena mengkritik telah menjadi semacam kebiasaan maka untuk membantu saya menghindari hal tersebut, maka saya perlu belajar untuk lebih memahami suatu permasalahan dari beberapa sudut pandang dan menerapkan satu kata bijak (yang saya lupa kutip dari mana) yaitu : “Orang yang telah sibuk melakukan perbuatan bermanfaat tidak akan mempunyai cukup waktu untuk mengkritik orang lain”. Insya Allah

Project : Translate Novel Bartimaeus

Recently-Updated7-1

Oke, kali ini saya ingin share sebuah ebook berjudul Bartimaeus : The Ring Of Solomon bahasa Indonesia karya Jonathan Stroud. Ebook ini murni hasil terjemahan saya dengan member kaskus lainnya di Forum Buku dan jika boleh berbangga, telah rampung jauh sebelum novel versi terjemahan resmi gramedia keluar ^^v (dan alasan sebenarnya kenapa project ini dimulai adalah karena kami sudah tidak sabar menunggu novel resmi bahasa indonesianya terbit)

Novel ini bercerita mengenai sebuah “Dunia Alternatif” dari dunia kita saat ini dimana penyihir memegang kekuasaan. Para penyihir tersebut mendapatkan kekuatan mereka dari pemanggilan Spirit dan menjadikan mereka budak. Dan salah satu spirit itu adalah Bartimaeus, jin kocak dengan optimisme berlebihan.

Novel ini sendiri merupakan prequel dari Novel Trilogi Bartimaeus. Meskipun dibilang prequel, novel ini tidak membahas sedikitpun mengenai ketiga novel sebelumnya jadi anda yang baru membaca novel Bartimaeus ini tidak akan kebingungan. Meski begitu saya tetap berharap setelah membaca ebook ini anda jadi tertarik untuk membaca ketiga novel sebelumnya (tentu dengan cara membeli versi buku di toko gramedia terdekat ^^)

Oke, daripada saya keterusan berceloteh dan membuat anda bosan silahkan anda langsung mendownload ebooknya dari link dibawah ini :
MegaSHares

Bait al-Hikmah : Ketika wahyu pertama diamalkan sepenuh hati

Dalam postingan kali ini saya ingin membahas mengenai asal usul sub judul blog saya : Bait al-Hikmah.

Tahukah anda apa arti kata tersebut? Tentu bagi anda yang akrab dengan sejarah islam akan langsung ngeuh dan berkhayal tentang masa-masa keemasan peradaban islam di masa lalu. Dan bagi anda yang kurang mengenalnya silahkan baca sedikit uraian saya dibawah ini agar anda bisa sedikit membanyangkan masa keemasan itu.

Sebuah istana berdiri megah dan indah tidak jauh dari Karkh, yang merupakan bagian penting dari kota Baghdad, kota megah yang merupakan pusat kebudayaan serta kebanggaan umat muslim. Nama istana itu adalah al-Khuld. Istana yang dijadikan pusat pemerintahan Harun Al-Rasyid, salah satu pemimpin umat islam yang namanya ditulis dalam dengan tinta emas dalam lembar-lembar sejarah dunia karena ke arifan nya.

Berbeda dengan istana lain, al-Kuhd tidak hanya diisi oleh kegiatan politik semata, karena di dalamnya terdapat suatu ruangan besar yang dipenuhi oleh begitu banyak buku yang tak terhitung jumlahnya. Tapi bukan buku itu saja yang membuat ruangan tersebut menjadi istimewa. Tapi kegiatan dari orang-orang di dalamnya yang tengah berdiskusi, menyalin naskah dan melakukan penelitian. Ya, Penelitian. Karena orang-orang tersebut bukan lah orang biasa, mereka adalah para ahli ilmu pengetahuan yang mashyur dimasanya. Bukan hanya ahli ilmu agama, tapi juga fisika, astronomi, filsafat, matematika dan berbagai cabang ilmu lainnya. Mereka semua berkumpul dari berbagai penjuru untuk bertemu dan berdiskusi di ruangan itu. Ruangan yang dikenal sebagai Bayt al-Hikmah (Gudang Hikmah) atau Khizana al-Hikmah (Tempat penyimpanan hikmah), mercusuar ilmu pengetahuan dunia.

Jika saya teringat nama ini maka ada sebuah perasaan rindu dan kesedihan yang menyelimuti saya. Kenapa? Karena Bait al-Hikmah telah hilang dari permukaan bumi bersamaan dengan hilangnya kejayaan kota baghdad itu sendiri ketika berhasil direbut oleh bangsa tartar yang di pimpin oleh hulagu khan. Buku-buku yang menjadi sumber ilmu pengetahuan, bukti eksistensi islam dalam memajukan kesadaran manusia terbakar hangus menjadi asap hitam yang menutupi langit. Dan sebagian lagi di buang ke dalam sungai Tigris-Eufrat bersama dengan ribuan jenazah umat muslim. Sebuah akhir tragis untuk kisah yang cemerlang.

Dan apa hubungan kisah tersebut dengan wahyu pertama?

Sobat tentu tahu wahyu pertama adalah surat Al-laq: 1-3 yang memiliki arti “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah yang maha pemurah”

Yapz, bacalah dengan menyebut nama tuhan mu. Dan bagi ku kisah Bait al-Hikmah adalah kisah dimana wahyu pertama tersebut benar-benar diamalkan sepenuhnya. Dimana arti “bacalah” tidak hanya sebatas membaca tanpa pemahaman. Tapi “bacalah” adalah suatu perintah untuk membaca dan memahami segala kebesaran-Nya serta mengamalkan dan membagikannya pada dunia. Dan bagi saya pribadi, perintah itu berarti untuk mencari pemahaman mengenai dunia sehingga ketika saatnya kita bisa bersaksi dengan sungguh-sungguh bahwa “Tiada tuhan selain allah”.

Sebenarnya saya ingin mencoba membahas mengenai keadaan masyarakat saat ini dan kaitannya dengan perintah diatas dalam pandangan saya. Dimana masyarakat mudah terpancing dan terhasut karena suatu hal tanpa mereka benar-benar memahami inti masalahnya. Akan tetapi saya rasa hal tersebut telah berada diluar tema judul postingan kali ini sehingga saya memutuskan untuk membahasnya dilain kesempatan. Insya Allah..

Dan sebagai penutup posting kali ini, saya ingin menuliskan pengharapan saya bahwa umat muslim bisa membangun Bayt al-Hikmah dan membangkitkan kejayaan ilmu pengetahuan umat islam kembali sebelum akhir jaman datang menghampiri. Amin

“Tidak Semua Perbuatan Baik Mendatangkan Kebaikan”

Sedikit kasar bukan?
Tapi itu lah yang kupelajari dari perkataan ayah ku. Dan ada kisah yang melatar belakangi mengapa baliau berkata seperti itu.

Mungkin untuk mempersingkat cerita sebaiknya anda membaca kedua artikel berikut :
http://www.radar-karawang.com/2012/11/pendukung-calon-kades-blokade-jalur.html
http://www.radar-karawang.com/2012/11/calon-kades-situdam-ngadu-ke-dprd.html

Alasan mengapa artikel tersebut dimuat disini adalah karena kasus tersebut lah yang melatar belakangi dibuatnya artikel ini. Ya, Ayah saya terlibat dalam kasus ini. Kenapa? Karena beliau adalah ketua panitia yang dituduh melakukan kecurangan.

Dalam artikel tersebut terlihat ketimpangan dan berkesan sangat memojokan pihak panitia dengan hanya memuat opini satu pihak saja. Padahal setelah dilakukan temu pendapat dan mendengar kesaksian dari para saksi, apa yang dituduhkan oleh penuntut tidak sah bahkan tidak beralasan. Dan hal ini semakin terbukti dengan kemenangan pihak panitia di tingkat pengadilan (yang dengan bodohnya tetap di ajukan padahal jajaran camat dan bupati telah berpendapat bahwa tidak ada kecurangan). Satu-satunya alasan kenapa kasus ini terus diperpanjang dan akhirnya justru merugikan pihak penuntut biarlah menjadi rahasia umum dan tidak akan diceritakan disini. Saya hanya berdoa semoga pihak penuntut segera mendapat hidayah dan kelapangan dada menerima kekalahannya yang bertubi-tubi. Amin..

Apa yang ingin saya titik beratkan dari kisah ini adalah alasan atau niat baik dari ayah saya saat menerima penunjukan dirinya sebagai ketua panitia pemilihan kepala desa. Niat ayah saya adalah beliau ingin agar pemilihan kepala desa kali ini bisa bersih dan teratur. Ya, itulah niat beliau dan saya menyaksikan sendiri bagaimana dirinya mengemban amanah itu sehingga saya mempunyai keyakinan 100% bahwa dia jujur dan bersih. Sesuatu yang ironis ketika ia justru d fitnah hal yang sebaliknya oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Meskipun kasus ini telah selesai dan keadaan telah menjadi tenang akan tetapi efek samping dari kasus ini masih kami rasakan. Ya, kasus ini tidak hanya berdampak pada ayah saya saja tapi pada keluarga saya.

Saat kasus tersebut terjadi paman saya yang masih sendiri berusaha membuka bengkel elektronik dirumah kami. Dalam merintis suatu usaha tentu saja yang pertama harus di lakukan adalah mengumpulkan kepercayaan dari pelanggan, dan alhamdulilah karena keuletan beliau bengkelnya yang baru dibuka telah mendapat banyak pelanggan. Akan tetapi saat kasus tersebut terjadi kepercayaan itu terkikis karena timbulnya sikap antipati dari sebagian pelanggan. Dan kemudian karena suasana desa yang rawan paman saya memutuskan untuk menutup bengkelnya dirumah kami dan pindah.

Saya sendiri saat itu sedang membangun relasi dengan beberapa rekan dan mengetahui perihal ini beberapa rekan saya memutuskan mengambil jalan aman dan meninggalkan usaha yang coba kami rintis.

Tekanan mental pun dialami anggota keluarga karena adanya ancaman dari beberapa pihak tidak bertanggung jawab. (Ancaman yang sama pun datang kepada keluarga kepala desa terpilih, dan beberapa anggota panitia lainnya). Karena hal ini dengan terpaksa keluarga saya harus diamankan dengan berpindah ke rumah kakek nenek. Saya sendiri saat itu tetap bertahan tinggal di desa.

Dari kasus inilah ayah saya memberi nasihat bahwa tidak semua hal baik mendatangkan hal baik.

Tadinya saya hanya menerima perkataan tersebut begitu saja, tapi setelah beberapa saat direnungkan barulah saya dapati makna yang dalam dari kata-kata tersebut.

Selama ini saya selalu beranggapan bahwa perbuatan buruk akan selalu mendatangkan malapetaka, jika tidak di dunia fana pastilah di akhirat. Dan saya masih mempercayai hal tersebut. Akan tetapi hukum ini tidak berlaku kebalikannya secara mutlak. “Tidak semua hal baik mendatangkan kebaikan” bukan lah bermaksud mengajarkan untuk selalu berharap bahwa disetiap melakukan perbuatan baik kita akan selalu mendapatkan balasan yang baik pula, akan tetapi mengajarkan bahwa terkadang perbuatan baik pun bisa mendatangkan hal yang tidak diinginkan. Lalu kata-kata tersebut pun tidak mengajarkan kita untuk berpendapat bahwa dunia ini tidak adil. Kata-kata tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam dari hal tersebut.

Pasti anda mengenal konsep “cobaan”. Cobaan adalah suatu permasalahan yang diberikan oleh tuhan kepada umatnya untuk menguji seberapa besar ketakwaan seorang umat pada-Nya. Dan cobaan ini lah yang saya sebut dengan hal yang tidak diinginkan. Karena jujur, seperti halnya pelajar yang antipati pada yang namanya ulangan, kita pun pasti berharap untuk tidak mendapat cobaan dalam hidup bukan. Kita pasti inginnya lurus-lurus saja seperti anak sekolah yang inginnya main terus meski tahu hal itu mustahi, hha.. Dan dari sini lah saya pun paham tentang apa yang ayah saya ingin ajarkan. Beliau tidak menyuruh saya untuk mengurangi perbuatan baik dan lebih mementingkan diri sendiri akan tetapi mengajarkan bahwa saat niat atau perbuatan baik kita berbuah ‘hal yang tidak di inginkan’, itu bukan lah malapetaka akan tetapi suatu ujian dari Tuhan. Dan dengan mengetahui hal tersebut saya kemudian menyambungkan konsep hidup tersebut dengan konsep islam, yaitu : “Allah tidak akan memberikan cobaan pada suatu umat melebihi kemampuannya” dan dari sini lah ayah saya mengajarkan saya untuk selalu bertawakal ketika cobaan itu datang meski dari niat baik kita, dan hal ini telah dibuktikan oleh beliau ketika menghadapi kasus yang diterimanya.

Kenapa beliau berpendapat saya harus memahami konsep ini? Mungkin karena baliau melihat mulai timbulnya keraguan saya akan konsep “adil”. Saat saya berpendapat bahwa dunia tidak adil, saat itu pula saya secara tidak langsung meragukan kebenaran dari salah satu Asmaul Husna, yaitu Al-‘Adl dan Al-Muqsit. Astaghfirullah.. Kita mungkin bisa menerima ketika kita melakukan kesalahan maka kita kan mendapat balasan, akan tetapi kita akan sulit menerima ketika melakukan perbuatan yang menurut kita baik/benar akan tetapi yang kita dapat adalah hal sebaliknya. Padahal setelah saya renungkan, ketika kita berbuat salah dan mendapat ganjaran, itu bukan lah cobaan melainkan teguran. Dan barulah ketika ketika kita melakukan hal yang benar/baik dan mendapat hasil sebaliknya itulah cobaan.

Dari konsep “Tidak semua perbuatan baik mendatangkan kebaikan” ini pula, saya pun mengambil hikmah tambahan mengenai kearifan hidup. Di dalam setiap mengambil keputusan, apa pun itu, diperlukan pemikiran matang mengenai plus minus yang akan dihasilkan dari keputusan tersebut. Keputusan itu hendaknya tidak hanya dipikirkan plus minusnya pada diri sendiri, tapi pada orang-orang disekitar kita. Karena, menurut saya justru ketika minus dari keputusan yang kita ambil menimpa orang-orang disekitar kita, hal tersebut lebih sulit untuk ditanggung dibanding apabila minus tersebut hanya berdampak pada diri sendiri. Hal ini pula lah yang sebenarnya benar-benar memberatkan ayah saya.

Dan kembali mengenai konsep adil. Sebenarnya jika dipikirkan lebih jauh lagi, keadilan tetap ada. Jika seandainya (amit-amit) saat itu ayah saya tidak berlaku jujur tentu musibah yang kami alami lebih berat dari cobaan yang telah kami lalui. Beliau tidak akan mendapat dukungan dari mayoritas warga (yang ikut demo sebenarnya cuma 1 kampung dari beberapa kampung yang ada di desa situdam), Camat dan Bupati. Dan ketika dipengadilan maka keputusan hakim tentu akan berbeda. Dan kelanjutan dari itu saya tidak berani membayangkannya.. Brrr..

Dan itu lah sepenggal hikmah hidup yang saya dan keluarga saya alami, yang semuanya dirangkum dalam kalimat bijak dari ayah saya : “Tidak Semua Kebaikan Mendatangkan Kebaikan”.

Kalimat yang akan saya masukan di kitab Bait Al-Hikmah pribadi ku.